Home  
Login
Password
     
Untitled Document
Berita
Berita Teknologi Informasi
Rabu, 2016-04-13 09:50:53 WIB
Cerita Korban Pembobolan Akun Lazada
Adinda Mutia Muwardati salah satunya, ia menuturkan pada 2 April lalu mendapatkan email transaksi pembelian pulsa senilai Rp 1 juta. Karena dalam perjalanan ke kantor, ia awalnya tidak memperdulikannya.

Ketika tiba di kantor dan mengecek kembali email. Wanita yang disapa Dinda ini sontak kaget melihat ada email transaksi lain yang mengatasnamakannya.
"Ada 9 transaksi dan bila ditotal mencapai Rp 3.571.400. Akun saya pun diganti emailnya," ujarnya saat dihubungi detikINET.

Dinda sudah berusaha menghubungi pihak Lazada. Sayangnya hingga kini belum ada respons dari e-commerce anak usaha Rocket Internet itu.

Kejadian yang mirip juga dialami Andi Widiyatmoko. Pada 3 Maret 2016, ia menerima surat tagihan kartu kredit dari bank. Ia terheran-heran karena ada transaksi di Lazada tertanggal 20 Februari 2016 sebesar Rp 2.517.840. Padahal ia tidak melakukan transaksi tersebut.

Sialnya saat ingin mengecek akunnya di Lazada tidak dapat dilakukan. Sebab user name telah diganti oleh pihak tak bertanggung jawab. Andi telah melaporkan kejadian ini Kepolisian dan Lazada.

"Sudah lebih sebulan belum ada respons dari pihak Lazada berarti. Cuma minta saya untuk menunggu karena mereka akan melakukan investigasi," terang Andi.

Kasus yang mirip juga dialami Adi Wijaya. Lewat email ia menceritakan bahwa akun istrinya juga dibobol. Adapun barang yang dipesan Galaxy J5.

"Istri saya tidak berbelanja padahal. Lucunya sang pemesan bernama Mertina dengan alamat sebuah mal di Bekasi. Istri saya bernama Cicilia," ungkapnya.

Namun perkara yang lebih nahas dialami Fahad di Nganjuk, Jawa Timur. Sebulan usai membeli baterai ponsel di Lazada senilai Rp 140 ribu, akunnya dibobol dan kartu kreditnya digunakan untuk transaksi hingga belasan juta.

Pembobolan ini baru diketahui Fahad saat dirinya ditelpon pihak bank untuk mengonfirmasi soal transaksi mencurigakan tersebut. Sontak ia kaget, karena tidak melakukan belanja online hari itu.

"Pihak bank telpon menanyakan apakah benar telah bertransaksi di Lazadadengan total hampir Rp 15 juta. Sangat kaget, setelah dicek di email ada 12 transaksi," ceritaFahad saat dihubungi detikINET melalui telepon.

Fahad tidak mencoba menghubungi pihak Lazada. Pasalnya transaksi tersebut langsung dibatalkan oleh pihak Bank. Kartu kreditnya pun telah diblokir dan diganti dengan yang baru.

Walaudemikian, sama seperti Dinda, Andi dan Adi, Fahad tetap menyayangkan kejadian tersebut. Mengingat Lazada terhitung e-commerce besar, namunmemiliki kerentanan pada sistem keamananya.

"Bila tidak dibenahi mungkin konsumen akan was-was saat berbelanja. Lazada harus segera mengatasi masalah ini sesegera mungkin," tegas Fahad.

Pihak Lazada sendiri telah menanggapi kejadian yang menimpa Tri Kurniawan Darmoko pada Sabtu, (9/4/2016). Berikut adalah penjelasan yang disampaikan oleh Florian Holm, co-CEO Lazada Indonesia, terkait masalah tersebut:

Pada hari Sabtu pagi (9 April 2016), seseorang melakukan pemesanan di Lazada dengan memperoleh informasi login milik konsumen Lazada. Lazada segera melakukan pembatalan order dan proses pengembalian dana ke kartu kredit konsumen sudah dalam proses. Pada kejadian ini tidak ada isu keamanan pada sistem Lazada, namun hal ini terjadi karena pengambilalihan akun milik konsumen pada kejadian ini.

Untuk memperkuat keamanan, Lazada juga telah menggunakan fitur verifikasi 3DS untuk semua pemesanan yang menggunakan kartu kredit. Fitur ini memungkinkan verifikasi dua tahap untuk semua order. Apabila akun seseorang telah diambil alih, maka pelaku tetap tidak bisa melanjutkan pemesanan.

Lazada juga ingin menggunakan momen ini untuk menganjurkan kepada konsumen untuk memastikan keamanan dari informasi akun personalnya. Memastikan penggunaan kata sandi yang tidak mudah ditebak oleh pihak lain dan menggunakan kata sandi yang berbeda untuk akun online yang berbeda.

Pengguna juga diharapkan untuk selalu log out dari akun emailnya, termasuk pada saat menggunakan komputer umum. Tindakan lanjutan untuk memastikan keamanan adalah untuk melakukan instalasi program anti-virus dan lebih waspada terhadap tindakan pengelabuan untuk mendapatkan informasi penting
Posted By : arul | Kategori Berita : Teknologi Informasi Telah dibaca sebanyak 127 kali
 
     
Main Menu
Home
Visi Misi
Struktur Pengurusan
Registrasi Alumni
Alumni
Pencarian Alumni
Agenda
Galeri
Artikel
Berita
Testimoni Alumni
Info Lowongan
Web Link
Sekilas Info
Untitled Document
Selamat Datang
Ikatan Keluarga Alumni (IKA) DCC merupakan wadah tunggal untuk menghimpun para lulusan DCC yang secara kekeluargaan melakukan dharma bakti kepada bangsa dan negara, membina rasa kekeluargaan antar alumni dan dengan civitas akademika.
Jumat, 2016-03-01 09:25:34
Kalender
October 2018
SunMon TueWed ThuFri Sat
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   
Hits
Anda Pengunjung Ke :
There have been 16 visitors to this websiteThere have been 16 visitors to this website